Friday, January 30, 2004

Hebatnya...!!

Sajak ini dihasilkan -e- ketika dalam kelas Law, pada 20/8/02... hanya dengan terpandangkan jam tangan Dewi... dia boleh hasilkan sajak ini... Hebat!!! Hanya dalam beberapa minit... satu sajak... penuh pengertian terhasil... :-)

Pening besi pendek itu berpusing,
Sedetik, dua detik, tiga detik,
Yang dua lagi tunggu giliran,
Lambat sedikit, tapi tetap tepat,
Si pendek sudah pulang pada paksi asalnya,
Sambung lagi detiknya,
Berdetik sejarah ditinggalkan,
Banyak lagi detik masa depan,
Enam puluh persinggahan,
Entah berapa yang bahagia,
Entah berapa yang duka,
Mungkin tidak ada apa,
Sedar... ia hilang,
Tak pernah nak dakap...

Monday, January 05, 2004

Peliknya Manusia....

"Entah mengapa manusia gemar mencetuskan pertelingkahan!! Sedangkan manusia itu sendiri dilahirkan dari sebuah kemesraan...."
 
Inilah hakikat kehidupan... Kita yang bernama manusia... Tidak pernah puas dengan apa jua kelebihan dan kekurangan yang kita miliki... Sifat "dengki" itu sering menguasai diri... bukan hanya kamu... malah... adakalanya aku juga begitu... 

Adakalanya kita akan menjadi mangsa dengki orang lain... dan ada kalanya juga... kitalah "pendengki" itu... Dengki itu tidak salah... cuma tinggal lagi, bagaimana kita mengawal perasaan itu kepada satu tahap yang sepatutnya... Yakni yang paling minima... Bagaimana? Bergantunglah kepada cara kawalan masing-masing... 

Yang penting... ingat satu perkara... "badan kita terbahagi kepada tiga bahagian, penuhkan 1/3 dengan minuman, 1/3 dengan makanan dan selebihnya yakni 1/3 lagi... BIARKAN KOSONG... agar kamu boleh mengawal perasaan kamu kemudian!! "

Saturday, January 03, 2004

Nukilanmu terpahat di hati...

Berikan aku waktu,
Bernafas dengan baumu,
Melukis senyummu,
Agar dapat aku bawa,
Ke mana Dia ingin aku berada,
Mungkin aku terlalu tamak,
Meyimpul mati kau di sisi,
Menculik walau ke dalam mimpi,
Menari di pentas khayalku,
Mengganggu tidurmu,
Kala aku lena,
Diselimuti rasa cinta,
Maafkan aku kerna...
Denganmu saat yang paling indah,
Meninggalkanmu perkara akhir ku endah,
Bangkitkan aku,
Dari tidur siangku,
Sedarkan...dan,
Kau bukan untuk aku lagi,
Aku tinggalkan sebaris doa,
Dengan namamu kepadaNya,
Dia pasti selalu bersama,
Sedang aku pasti hilang dari mata.


-e-