Hari Jumaat, sunat memotong kuku.
Hari ni saya potongkan kuku Ahmad dan Raihana.
Saya pangku Ahmad di peha kiri saya, sambil memotong satu persatu kuku tangannya.
"Ini, jari telunjuk... jari telunjuk untuk tunjuk benda... ha tu... tu mainan dia...," kata saya sambil menunjuk mainan di depan saya.
"Unjukkk...," sambut Ahmad.
"Ini jari hantu... uuu... takut... hantu..."
"Akuttt..." sambut Ahmad lagi.
"Ini jari manis... orangnya manis...," sambil mencuit pipinya yang terserlah lesung pipitnya, bila tersenyum.
"Annish...," katanya sambil tersengih-sengih bila dicuit pipinya.
"Ini jari paling kecil... jari kelingking... kecil-kecil comel..."
"Kinggg..." katanya sambil menggoyangkan jari kelingkingnya...
"Ini ibu dia... ibu jari... besar, kuat..."
"Ibuuu..." katanya.
"Ok siap... terima kasih...," ucap saya padanya apabila selesai memotong kedua-dua belah kuku tangannya.
"Ama-ama..." lalu terus meluru pada mainannya.
Kini giliran Raihana, 6 tahun.
Saya memangkunya seperti Ahmad.
"Ni jari apa ni?" soal saya padanya.
"Jari telunjuk," jawabnya.
"Pandai... jari telunjuk untuk apa?" tanya saya lagi.
"Untuk syahadah..." jawabnya.
Ok, sentap kejap... tadi masa Ahmad kemain saya cakap jari telunjuk untuk tunjuk benda bagai. Patut saya pun cakap jari telunjuk untuk syahadah. 🤪
Teringat saya pada buku Didik Anak Connect Dengan Allah, benda sekecil inilah yang patut diajar kepada anak-anak. Syukur dan kebergantungan pada Allah.
Dapatkan e-book bermanfaat Matematik dan Personal Branding di sini.
💖 Sifirlicious dan Modul Pantas Matematik
💖 Modul Pecutan UPSR
💖 Personal Branding dan Penulisan Viral
